Lokakarya Perencanaan dan Evaluasi Kotaku

Pekanbaru, 12 Desember 2018, Satuan Kerja PKP Propinsi Riau Laksanakan Lokakarya Perencanaan dan Evaluasi yang dihadiri oleh Satker/PPK, Pokja, Korkot Asisten Mandiri  serta KMW Riau lokasi dampingan KOTAKU.

Pada acra lokakarya tersebut dibuka langsung oleh Kepala Satker  PKP Propinsi Riau, dalam sambutannya Kasatker menyampaikan bahwa untuk membangun masyarakat dan dinikmati juga langsung oleh masyarakat, seperti 100% masyarakat terlayani air bersih, 0 % kumuh, dan 100% pelayanan terhadap sanitasi.

Harapan dari itu semua adalah menjadi amalan bagi kita semua, seperti yang dilakukan oleh fasilitator yang menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Untuk mencapai 0 % kumuh diharakpan semua pihak melakukan kolaborasi sesuai denga tema acara “Riau Berkolaborasi Mewujudkan Kota Tanpa kumuh”

Kasatker PKP Prov. Riau
Kasatker PKP, TA. Promon
Peserta Lokakarya
Kasatker PKP, TA. Promon
Peserta Lokakarya
Peserta Lokakarya

OC-3 Propinsi Riau Laksanakan Konsolidasi Tahap II


Pekanbaru, 08 Desember 2018, bertempat di hotel Dyan Graha Kota Pekanbaru OC-3 Propinsi Riau Laksanakan Konsolidasi Tahap II, yang dihadiri oleh Tim KMW, Korkot, Asskot Mandiri dan Perwakilan Askot Bidang.

Pada kesempatan tersebut juga turut hadir Kepala Satker PKP berserta tim Satker Propinsi Riau, acara tersebut juga dibuka secara resmi oleh Kepala Satker PKP Propinsi Riau, dalam sambutannya Kepala Satker mengatakan arti dari konsolidasi yaitu mempersatukan atau memperteguh suatu kelompok, harapannya pada kegitan ini menghasilkan sesuatu.

Kasatker PKP Prov. Riau
TA. Promon, Kasatker PKP, TA. Training
Peserta Konsolidasi
Peserta Konsolidasi

2 Kab/Kota Di Propinsi Riau Fasilitasi Pembuatan Video Best Practice

Berkaitan dengan telah selesainya kegaitan Pengembangan Kawasan Permukiman TA. 2017 dikawasan Tembilahan Hilir Kab. Indragiri Hilir dan Kawasan Sukaramai Kota Pekanbaru Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Subdirektorat Kawasan Permukiman melaksanakan pembuatan Video Best Practice di dua kelurahan tersebut.
Serba-serbi BP Kab. Indragiri Hilir
Serba-serbi BP Kab. Indragiri Hilir
Serba-serbi BP Kab. Indragiri Hilir
Serba-serbi BP Kab. Indragiri Hilir
Serba-serbi BP Kota Pekanbaru
Serba-serbi BP Kota Pekanbaru
Serba-serbi BP Kota Pekanbaru
Serba-serbi BP Kota Pekanbaru

Kotaku Riau Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan BDI TA. 2018

Pekanbaru, Bertempat di kantor KMW OC-3 Riau, Kotaku Riau gelar rapat koordinasi percepatan pelaksanaan BDI (Bantuan Dana Investasi) Tahun 2018 bersama tim korkot Kota Dumai, sebagai mana diketahui untuk kota Dumai sendiri tahun 2018 dana sudah masuk ke rekening BKM/LKM, namun pemanfaatan belum maksimal, maka dalam pertemuan ini harus dilakukan langkah-langkah perceptan pemanfaatan, seperti dengan melakukan pengendalian secara intensif oleh tim pengendali percepatan yang telah di bentuk mulai dari KMW sampai kepada Korkot dengan melaporkan day per day.
Arahan Team Leader KMW OC-3
Arahan Team Leader KMW OC-3
Tim USK Infra dan TA. Pelatihan
Situasi Rakord Percepatan
Situasi Rakord Percepatan
Situasi Rakord Percepatan

Tingkatkan Profesionalitas, Kotaku Riau Latih 63 Tukang

PEKANBARU - Meningkatkan profesional dan kualitas tukang, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Riau bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) memberi pembekalan 63 tukang, Selasa (7/8/2018). 

Peserta 63 tukang ini berasal dari 21 kelurahan, di dua Kabupaten/kota yaitu Pekanbaru dan Indragiri Hilir (Inhil). Puluhan tukang yang akan mendapatkan sertifikasi ini diambil dari 19 kelurahan di Pekanbaru dan 2 kelurahan dari Inhil. Tiap kelurahan diambil 3 peserta. 

Tim Leader Program Kotaku Ir Muhammad Irfan mengatakan, sesuai UU Nomor 2 tahun 2017, tentang Jasa Konstruksi setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat tenaga kerja. Di Riau, pembekalan dan sertifikasi baru pertama kali digelar. 

"Pasal 70 ayat 1 setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Pasal 70 ayat 2 setiap pengguna jasa atau penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja," kata Irfan. 

Ia menambahkan, jika tukang yang ada sudah bersertifikasi, para tukang bisa tampil dan bersaing. "Jadi tukang lokal nisa diberdayakan. Sebab sudah memiliki sertifikat," sebutnya. 

Pengurus LPJK Ir H Yusman Yusuf MT menyambut baik kerjasama yang dijalin oleh Kotaku. Karena memang, kata dua, semangat pemerintah untuk mendorong pensertifikatan tenaga terampil maupun tenaga ahli, termasuk badan usaha sedang gencar dilakukan. 

"Alhamdulillah Kotaku menggerakkan ini sehingga ini terla
ksana. Berdasarkan UU pensertifikatan tenaga ahli dan badan usaha memang seperti ini prosesnya," kata dia.

Dengan bekerjasama seperti ini,  kata dia, bisa lebih cepat pensertifikasian tukang. "Berdasarkan aturan memang harus dilakukan asesment satu persatu, ada penilaiannya," jelasnya. 

Selama ini, kata dia, kinerja tukang di Riau sudah bagus. Hanya saja, selama ini jika ada kegiatan nasional, kebanyakan dikerjakan oleh tukang luar yang sudah bersertifikasi. 

"Cuma kebanyakan proyek infrastruktur besar itu tukangnya dari luar. Bukan lokal, padahal sebaiknya kan memberdayakan tukang lokal," sebutnya. 

Kepala Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Riau Ahmad Riadi mengatakan, kegiatan nasional lebih cenderung ada di daerah. Sehingga jika daerah tidak memiliki tukang yang profesional di lapangan, mutu kegiatan itu tidak terjamin.

"Dengan adanya pelaksanaan pelatihan ini, kita akan lebih mudah melaksanakan kegiatan itu sesuai dengan mutu yang ada," kata dia. 

Kemudian, kedepannya nanti memang di seluruh kegiatan nasional ada di daerah. Dengan adanya kegiatan ini para tukang bisa bekerja dengan baik sesuai dengan aturan yang ada.

"Kita membangun tidak sekedar membangun saja, tapi mutunya harus dijaga, jadi tidak ada permainan lain. Ini bisa terjadi jika semua lini melaksanakan aturan yang ada, termasuk tukang yang sudah memiliki sertifikat," paparnya. 

Kasatker PKP Prov. Riau, TL, LPJK
Peserta Sertifikasi Tukang
Peserta Sertifikasi Saat Tes Keahlian
Peserta Sertifikasi Saat Tes Keahlian

Koordinator Kota 2 Kota Dumai dan Kab. Bengkalis Laksanakan Konsolidasi Tingakt Kota

Dumai, 02 Agustus 2018, Koordinator Kota 2 Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Dumai dan Kab. Bengkalis laksanakan konsolidasi tingkat kota bertempat di aula kantor BAPPEDA Kota Dumai yang di hadiri Kepala Satuan Kerja PKP Provinsi Riau yang secara langsung membuka acara konsolidasi. Dalam sambutan Kasatker mengatakan terkait kelengkapan dokument harus ada, seperti data-data kawasan kumuh, DED, dan lainnya.

Turut hadir juga pada acara konsolidasi tersebut Kepala Satuan Kerja PIP Kota Dumai, Dinas Perkim, Team Leader Program KOTAKU Provinsi Riau, tenaga ahli, tim Koordinator Kota dan tim fasilitator kelurahan,

Diharapkan dengan adanya konsolidasi ini peserta paham kebijakan Program KOTAKU, target, capaian dan tersusunnya strategi dan rencana kerja Tim Fasilitator dalam rangka mencapai tujuan program.

Perlunya pemahaman yang kuat terkait kondisi kekumuhan suatu wilayah (Numerik) sehingga saat perencanaan dan pelaksanaan dapat secara jelas dan tepat, dan tentunya juga penapisan safeguard yang baik. (Admin).

Kasatker PKP Prov. Riau, Satker PIP, TL, TA, dan Korkot
Peserta Konsolidasi Tk.Kota Dumai
Peserta Konsolidasi Tk.Kota Dumai
Peserta Konsolidasi Tk.Kota Dumai

Kota Dumai Gelar Sosialisasi dan Lokakarya Program Kotaku

Dumai, 26 Juli 2018 Porgram Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Dumai Gelar Sosialisasi dan
Lokakarya, dengan tujuan melakukan keterpaduan program melalui kolaborasi dan keberlanjutan program.

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Walikota Dumai Bapak H. Zulkifli, AS, acara tersebut juga turut hadir Kepala BAPPEDA Kota Dumai, DPRD, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Dumai, serta OPD, Camat, Lurah, LKM, Fasilitator dan Tim KMW OC-3 Riau.

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan semua kita pasti ingin berubah, ingin indah, pembangunan, lingkungan tapi itu semua tidak datang tiba-tiba itu semua dapat terwujud dengan kebersamaan dan semangat. Sekecil apapun perbuatan baik itu, akan menghasilkan amalan yang baik. 

Yang terpenting juga semua kegiatan harus betul-betul dalam pengawasan bersama, laksanakan sesuai aturan yang ada, sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Dan tidak kalah pentingnya pembangunan juga harus memperhatikan kota layak anak, aman bagi anak-anak. AdmKotaku.

Pembukaan Oleh Walikota
Peserta Sosialisasi dan Lokakarya
Diskusi Bersama Kepala BAPPEDA & DPRD
Foto Bersama Anggota LKM

Foto Bersama OPD dan DPRD

Foto Bersama Tim Korkot

Korkot dan Fasilitator Program Kotaku Riau Jalani Pelatihan Sepekan


Sebanyak 74 peserta Korkot dan Fasilitator Program Kotaku di Riau ikuti pelatihan. Acara dibuka Kepala Satker Pengembangan kawasan Pemukiman Berbasis Masyarakat Mita Dwi Aprini.

Riauterkini - PEKANBARU - Puluhan Koordinator Kota (Korkot) dan fasilitator tahun 2018 Nasional Slum Upgrading Program (NSUP) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) KMW OC-3 Provinsi Riau menjalani pelatihan di Hotel Alpa, Jumat (13/7/2018).

Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Juli mendatang ini diikuti oleh 74 peserta dari 5 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan kawasan Pemukiman Berbasis Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mita Dwi Aprini. "Keberhasilan kita ketika mendampingi masyarakat saat masyarakat berkata terimakasih telah membantu kami untuk menjadi yang lebih baik. Jadi fasilitator diharapkan semakin terampil dalam pendampingan di kelurahan atau desa," kata Mita.

Fasilitator wajib memberikan pendampingan agar masyarakat dalam menjalanjan program Kotaku. Misalnya, dalam memperbaiki drainase. Drainase yang diperbaiki harus betul-betul ada manfaat setelah selesai dikerjakan. 


"Tugas kita memberikan pendampingan supaya kualitas teknis bagus, supaya umur infrastrukturnya lama. Itu wajib kita dampingi agar umurnya lama. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan uang untuk perbaiki infrastruktur yang baru dikerjakan," tegasnya. 

Ia juga meminta kepada fasilitator agar selalu bekerja dengan semangat. Ia pun meminta para fasilitator selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat. 

"Jadikan pekerjaan ini kebahagiaan para pendamping. Libatkan camat dan lurah dalam perencanaan kegaiatan ini," harapnya. 

Ia menambahkan, tujuan program ini memang untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni. 

"Mendukung menurunnya luas kawasan permukiman kumuh menjadi 0 Ha juga tersusunnya rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh tingkat kota/kabupaten dan tingkat masyarakat yang terlembagakan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," paparnya. (dan).

Fasilitator Program Kotaku Harus Tambah Terampil


PEKANBARU - Puluhan Koordinator Kota (Korkot) dan fasilitator tahun 2018 Nasional Slum Upgrading Program (NSUP) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) KMW OC-3 Provinsi Riau menjalani pelatihan di Hotel Alpa, Jumat (13/7/2018).

Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Juli mendatang ini diikuti oleh 74 peserta dari 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan kawasan Pemukiman Berbasis Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mita Dwi Aprini.

"Keberhasilan kita ketika mendampingi masyarakat saat masyarakat berkata terimakasih telah membantu kami untuk menjadi yang lebih baik. Jadi fasilitator diharapkan semakin terampil dalam pendampingan di kelurahan atau desa," kata Mita. 
Fasilitator wajib memberikan pendampingan agar masyarakat daalm menjalanjan program Kotaku. Misalnya, dalam memperbaiki drainase. Drainase yang diperbaiki harus betul-betul ada manfaat setelah selesai dikerjakan.

"Tugas kita memberikan pendampingan supaya kualitas teknis bagus, supaya umur infrastrukturnya lama. Itu wajib kita dampingi agar umurnya lama. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan uang untuk perbaiki infrastruktur yang baru dikerjakan," tegasnya.

Ia juga meminta kepada fasilitator agar selalu bekerja dengan semangat. Ia pun meminta para fasilitator selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat. 
"Jadikan pekerjaan ini kebahagiaan para pendamping. Libatkan camat dan lurah dalam perencanaan kegaiatan ini," harapnya.

Ia menambahkan, tujuan program ini memang untuj meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni.


"Mendukung menurunnya luas kawasan permukiman kumuh menjadi 0 Ha juga tersusunnya rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh tingkat kota/kabupaten dan tingkat masyarakat yang terlembagakan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," paparnya. 


Sumber : http://www.halloriau.com

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON FASILITATOR KELURAHAN PROGRAM KOTAKU PROV. RIAU 2018

National Slum Upgrading Program (NSUP) Kota Tanpa Kumuh Provinsi Riau dengan wilayah dampingan (Kota Pekanbaru, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis), Hasil seleksi administrasu calon fasilitator kelurahan Program KOTAKU Prov. Riau Tahun 2018 :





LOWONGAN KERJA KOTAKU PROV. RIAU TAHUN 2018

PENGUMUMAN LOWONGAN KERJA

National Slum Upgrading Program (NSUP) Kota Tanpa Kumuh Provinsi Riau dengan wilayah dampingan (Kota Pekanbaru, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis) memanggil putra putri terbaik untuk menjadi Fasilitator/Pendamping masyarakat untuk menempati jabatan yaitu :



 Syarat Pendaftaran:
  1. Surat Lamaran
  2. Curriculum Vitae
  3. Foto Copy KTP
  4. Fotocopy Ijazah dan Transkrip nilai
  5. Memiliki SIM C 
  6. Fotocopy Sertifikat Pendukung lainnya
  7. Photo Ukuran 4x6 (Terbaru) sebanyak 2 Lembar
Pendaftaran melalui Website KOTAKU Provinsi Riau www.kotakuriau.blogspot.com  paling lambat tanggal 10 Maret 2018 Pukul 00.00 Wib (Pastikan anda telah mempunyai email gmail untuk melakukan pendaftaran ini)

1. Fasilitator Kelurahan Bidang Teknik : Daftar Disini
2. Fasilitator Kelurahan Bidang Urban Planner : Daftar Disini
3. Fasilitator Kelurahan Bidang Sosial : Daftar Disin
4. Fasilitator Kelurahan Bidang Ekonomi : Daftar Disini



*) Semua Bukti Pendaftaran Harus Dibawa Saat Tes (Bagi yang lulus Administrasi)